Categories
News

Huawei Ingin Dunia Saling Terhubung Melalui Ekosistem Produknya

 Huawei Ingin Dunia Saling Terhubung Melalui Ekosistem Produknya

Dalam memilah fitur elektronik paling utama gadget, konsumen hendak lebih memilah produk yang dapat terhubung ke serangkaian fitur yang lain. Sehingga produsen elektronik juga menghasilkan ekosistem fitur lengkap. Semacam yang mulai dicoba Huawei. Mereka memperkenalkan bermacam tipe fitur elektronik ekosistem produk Huawei di Indonesia.

Bermacam teknologi baru semacam big informasi, Internet of Things( IoT), mobilitas dan layanan cloud yang telah tumbuh pesat membolehkan lebih banyak koneksi serta interaksi antar fitur. Inilah salah satu alibi kenapa atensi konsumen terhadap kenyataan di atas lebih besar. Kala memilah gadget, aspek terbanyak yang diperhitungkan salah satunya merupakan ekosistem yang menyertainya.

“ Ekosistem dapat jadi perihal yang susah buat diseleksi, dengan bermacam penawaran konsistem di pasar dikala ini. Oleh sebab itu, Huawei terus menguatkan ekosistem fitur seluruh skenario,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Head, Huawei Consumer Business Group Indonesia.

Ekosistem Produk Huawei Terbaru

Richard Yu, CEO, Huawei Consumer Business Group menghadirkan Huawei MateBook X Pro( 2020).

Bahan- bahan Huawei terkini sebagian telah diperkenalkan secara global. Semacam Huawei MateBook X Pro, MateBook D14, MatePad Pro serta Huawei Watch GT2e. Dengan peluncuran Huawei P40 series yang sebentar lagi muncul di Indonesia, Huawei pula bakal menghadirkan bermacam produk ekosistem terkini.

Raksasa teknologi asal Cina ini berambisi membangun dunia yang silih tersambung. Di mana tiap orang, keluarga serta organisasi bisa merasakan pengalaman serta menemukan khasiat dari teknologi digital. Walaupun di sisi lain jadi rentan dengan isu keamanan serta pribadi yang butuh buat diduga.

Melalui MateBook X Pro, Huawei hadirkan nilai estetik lini produk MateBook ke tingkatan lebih besar. Notebook tersebut mencerminkan komitmen Huawei terhadap desain artistik, inovasi serta kecerdasan dengan menawarkan metode baru buat tersambung serta berbagi informasi satu sama lain. Sedangkan MateBook D14 jadi laptop kelas entri yang membagikan pengalaman lebih baik, semacam desain ultra- slim dan layar FullView Display sedikit tepian.

Fitur tablet pula dikira bagian berarti dari ekosistem fitur pintar oleh Huawei. Tablet andalan terkini, Huawei MatePad Pro mencampurkan tampilan FullView Display, chipset Kirin 990 yang profesional plus sokongan fitur lunak yang silih memenuhi, mewakili metode baru buat berkreativitas. Melalui fitur semacam Huawei Share, masing- masing layar pada fitur laptop, tablet serta smartphone bisa terintegrasi satu sama lain, menghapus hambatan antara sistem pembedahan Windows serta Android.

Sedangkan Huawei Watch GT 2e muncul dengan tali terintegrasi buat tampilan lebih ramping, ditargetkan buat konsumen muda serta modern, bawa fitur yang sama semacam Watch GT2. Fitur ini sesuai buat digunakan bertepatan dengan Huawei P40 series, yang hendak diperkenalkan secara formal di Indonesia pada 10 April 2020 mendatang.

“ Kami sangat bahagia bawa seluruh produk ini ke Indonesia, diawali dengan Huawei P40 series, serta yang yang lain hendak menyusul dalam sebagian bulan mendatang. Kami berharap bahan- bahan ini bisa tingkatkan produktivitas kehidupan tiap hari pengguna,” tutup Khing Seng.

Catatan editor:

Sah- sah saja Huawei meningkatkan ekosistem fitur yang luas. Sebab tren yang tumbuh memanglah semacam itu. Nyaris seluruh produsen teknologi konsumen melaksanakan perihal seragam. Dari yang awal mulanya cuma smartphone tumbuh jadi fitur IoT yang silih tersambung.

Tetapi yang jadi atensi berikutnya merupakan, apakah brand tersebut, tercantum Huawei, cuma meningkatkan ekosistem fitur pada lingkup miliknya saja? Ataupun telah menuju ke inter konektivitas antar fitur tanpa memandang brand?

Sebab jika keterhubungannya bagaikan fitur pintar IoT cuma sesama fitur Huawei saja misalnya, hingga dapat ditentukan gunanya tidak hendak optimal. Misalnya saja bisa jadi smartphone mengenakan Huawei, setelah itu tv memiliki Samsung, kulkas LG, laptop Asus, serta sebagainya.

Sebab tidak bisa jadi memforsir seluruh orang mengenakan produk dari produsen yang sama buat seluruh perihal. Kecuali bila mereka tercantum fanboy ataupun pengguna fanatik. Itu urusan lain. Dengan mendemokratisasi fitur yang dapat tersambung satu sama lain, membolehkan bermacam kesempatan yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *